Pengamat Tata Kota Minta Anies Belajar dari Jokowi dan Ahok Soal Penataan Tanah Abang

Sabtu, 19 Januari 2019 | 10.57 WIB

Bagikan:
Kondisi Pasar Tanah Abang
Editorial.co.idGubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan diminta untuk belajar dari Joko Widodo dan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dalam menata kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat. 

Sebab, Tanah Abang dibawah kepemimpinan Anies dinilai mengalami kemunduran.
Pengamat Tata Kota Nirwono Joga mengatakan saat Jakarta dipimpin oleh Jokowi dan Ahok, penataan Tanah Abang mengalami kemajuan pesat. Pusat grosir dunia itu tertata baik, bersih dan diklaim tidak ada Pedagang Kaki Lima (PKL).

"Saat di awal era Pak Jokowi terutama, Tanah Abang sempat menikmati kebersihan, ketertiban penataan PKL dan terbukti bisa. Itu masa paling berhasil penataan Tanah Abang," kata Nirwono saat dihubungi, Jumat (18/1/2019).

Menurut Nirwono, setelah Jakarta dipimpin oleh Anies penataan Tanah Abang mengalami kemunduran. Ia menilai Anies membiarkan PKL berdagang di trotoar Jalan Jatibaru, sehingga akhirnya PKL berani melakukan perlawanan saat petugas tengah melakukan penertiban PKL liar.

"Ya ini kemunduran. Gubernur tidak tegas menegakkan aturan. Ini yang terkadang membuat Satpol PP menjadi sering bertindak ragu," ungkap Nirwono.

Lebih jauh Nirwono mengatakan, Anies seharusnya mau berbesar hati dan melanjutkan program penataan kawasan sebelumnya suda ada di era Jokowi dan Ahok. Nirwono menyayangkan terobosan Anies dan dinilai justru merusak penataan yang telah tercipta baik.

Terobosan Anies ini pun dinilai telah menabrak peraturan yang ada. Sebab, sesuai Perda Nomor 8 Tahun 2007 tentang Ketertiban Umum, PKL dilarang berjualan diatas trotoar.

"Setiap gubernur justru harus berbesar hati untuk meneruskan program gubernur terdahulu yang sudah terbukti berhasil. Ikuti rencana tata kota yang sudah ada dan aturan hukum yg berlaku," pungkas Nirwono. (suaracom
Bagikan:
KOMENTAR

TERKINI